jump to navigation

Sembilan hari di ufuk nirwana November 11, 2008

Posted by esemelekete in Kisah Sang Penjagal Matahari.
trackback

Saat paling menggodaku untuk terus berpikir.. malam yang terus mengejarku saat matahari menghianatiku meninggalkanku dan membiarkan aku di rengkuh gelap dan dinginya malam.. entah mengapa selalu berulang semua langkah yang pernah ada
sesungguhnya yang pernah aku jalani adalah hanya kekosongan semata.. tak berarah layaknya anak panah yang dilepaskan oleh orang buta..
Sesaat pernah terdapat sebuah pelangi dan seekor laba laba di depan pintu rumahku.. menyapa dalam rindangnya sore itu… yang kemudian aku berjalan melaluinya seakan tak pernah ada apa apa… keinginan akan esok hari semakin merayap dalam tiap inci deru sang jaman menggerogotiku seakan ingin membunuhku hari ini…
beginilah hari hariku di dalam nirwanaku..

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: