jump to navigation

Kolam itu dibawah sinar bulan November 11, 2008

Posted by esemelekete in Kisah Sang Penjagal Matahari.
Tags:
trackback

pada suatu hari di sebuah malam yang tak pernah kuduga sebelumnya . . . sebuah bayangan berlalu melaluinya.. melalui celah sempit masa lalu yang sedang kunikmati sekarang..
kemudian seekor peri malam menemuiku pagi ini menyapa dengan riang seolah seperti pernah mengenal aku sebelumnya sedangkan mataku ini masih tertutup oleh kabut yang masih tebal bersaut di depan mukaku, kusapa kembali dirinya dengan penuh perasaan semu yang aku sendiri tak pernah mengerti..

Sebelumnya aku tak pernah sadari kehadirannya, aku selalu lebih suka mematutkan diriku dari pantulan bayangan diriku diatas kolam itu..
namun saat aku mulai merasakan kehadiranya.. kini aku sadari… bahwa aku telah berjalan terlalu jauh kedalam kolam itu… aku mengikuti peri itu sampai aku tidak sadarkan diri aku telah membawa diriku ke dalam kolam itu…..

aku berlari ke pinggiran kolam karena sadar terlalu berbahaya buatku berada ditengah kolam.. mungkin itu hanya sugestiku tapi begitulah adanya.. aku bukanlah makhluk air yang bisa bertahan hidup dengan menghirup air… aku adalah makhluk darat yang telah terbiasa dengan udara….
setelah aku sampai dipinggir kolam.. kuistirahatkan sejenak paru paruku sambil aku lihat kembali makhluk kecil manis yang terus menerus seolah menuju padaku semua keceriaanya….

aku kemudian menangis… aku menangis karena sadar.. aku takkan pernah dapat menangkap peri kecil itu… karena kata orang orang peri itu adalah milik salah satu roh penjaga pohon di hutan itu…
aku bukannya takut dengan roh itu.. tapi aku menghormatinya hingga aku tak mencoba menangkap peri itu.. lagi…
namun tanpa kusadari air mataku di keringkan oleh hembusan kepak sayap mungilnya… sekali lagi aku terpikirkan untuk menangkapnya… tapi aku hanyalah manusia… mampukah aku hidup dengan seekor peri indah yang telah cukup lama menjadi milik roh hutan..?? bisakah aku mengubah cara hidupku yang telah terbiasa dengan udara busuk yang terus menerus kuhirup ini..??
jujur dari dalam hatiku aku memang menginginkannya.. aku ingin bisa terus merasakan hangatnya cahaya keceriaan setiap dia mengepakkan sayapnya… aku ingin memiliki air matanya agar aku bisa membuatnya tertawa… aku ingin menjadi bagian dari hidupnya….

andai saja aku tak pernah berada di kolam ini mungkin aku takkan pernah mengetahui jika ada makhluk seindah dirinya….

kusesali kesalahan terindah dalam hidupku ini…….

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: