jump to navigation

Mengenai Bank Kustodian dan memulai Investasi di RD January 16, 2008

Posted by esemelekete in keuangan.
trackback

beberapa temen gw ada yang bingung.. dan nanya ke gw “apa sih bang kustodian itu..?” ya setau gw sih gak ada hubungannya sama bang kushendratmo.. ๐Ÿ˜›

BANK KUSTODIAN
Apakah dana invetor dipegang oleh manajer investasi? Siapa yang mengawasi agar dana tersebut tidak di salah-gunakan? Siapa yang memastikan kenaikan atau penurunan nilai investasi? Disinilah fungsi lembaga yang disebut sebagai bank kustodian. Dana milik investor tidak dipegang oleh manajer investasi tetapi disimpan di bank kustodian atas nama reksa dana. Dana ini diawasi oleh bank kustodian dalam arti setiap pengeluaran dana harus disertai pembelian instrumen investasi.Untuk itu bank kustodian menerapkan biaya custodian fee sebesar sekian persen dari dana kelolaan reksa dana. Biaya ini ditanggung oleh reksa dana dan dipotong langsung dari โ€œhargaโ€ reksa dana atau istilah nya Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Fungsi bank kustodian di Indonesia ada 3 yaitu :

a. Lembaga penitipan dan pengamanan

Semua dana dan Efek yang terkumpul dari reksa dana disimpan dan berada dibawah pengawasan bank kustodian

b. Administrasi

Menghitung Net Asset Value atau NAB dari setiap jenis reksadana KIK setiap akhir hari bursa yang untuk selanjutnya diumumkan kepada masyarakat via koran atau internet.

c. Transfer agent

Melakukan pencatatan seluruh pembelian maupun penebusan/pencairan (redemption) oleh masyarakat pemodal serta mencatat setiap account nasabah. Disamping itu memberikan surat konfirmasi sebagai tanda bukti pembelian, pencairan atau pemindahan (switching) antar jenis reksa dana

PROSPEKTUS
Prospektus merupakan hal pertama yang harus dipelajari sebelum berinvestasi atau membeli reksa dana , bagi kebanyakan orang prospektus hanyalah bacaan yang agak membosankan, tetapi di dalam prospektuslah semua tentang reksa dana ada, termasuk strategi investasi (tujuan investasi, jenis portfolio dan kebijakan investasinya), resiko dan biaya,. Informasi yang terdapat dalam prospektus yang akan dijadikan acuan investor dalam memilih manajer investasi serta reksa dana yang sesuai dengan kebutuhannya.

NILAI ASSET BERSIH (NAB) atau NET ASSET VALUE (NAV)

Ketika berinvestasi di saham investor bisa membelinya di pasar perdana ( Initial Public Offering/IPO) atau sesudahnya di pasar sekunder,.

Di reksa dana investor juga bisa membeli UP( Unit Penyertaan , satuan investasi dalam reksa dana) pada saat penawaran umum atau sesudahnya, seperti pada IPO investor bisa membeli UP pada saat peluncuran perdana, harga UP perdana ditetapkan oleh Bapepam sebesar Rp 1000,- per UP .

Oleh MI (Manager Investasi Perusahaan Reksadana) dana yang terkumpul tersebut akan di investasikan, sebagai contoh :

bila pada penawaran umum terkumpul dana sebesar Rp 100.000.000 ,- artinya ada 100.000 lembar UP yang beredar, dengan NAB per UP Rp 1000,- ,.

Bila misalnya dalam 1 tahun MI mampu menghasilkan keuntungan hingga 50% , dengan demikian dana yang terkumpul adalah ( (50% dari 100,000,000) + (Dana Awal 100,000,000)) ==> Rp 150.000.000,-

Jika dengan perhitungan NAB aktiva awal Rp 1000,- maka kini nilainya menjadi Rp 1500,- Hasil investasi ini akan menjadi hak pemegang UP setelah di kurangi kewajiban biaya operasional dari MI dan bank kustodian,.

Seandainya kewajiban tersebut sebesar 1.5% maka NAB Reksa Dana tersebut akan menjadi Rp 147.783.375,

bila dibagi dengan jumlah UP yang beredar sebesar 100.000 lembar maka nilai per UP nya akan menjadi Rp 1.477,8,-

Bila pada saat tersebut para investor memutuskan untuk menjual sebagian UP nya sebesar 60.000 lembar maka mereka akan mendapat total Rp 88,67 juta ,

setelah Investor menjual UP tersebut, maka UP yang tersisa adalah sebanyak 40.000 lembar senilai Rp.59,11 juta , atau per UP akan tetap sebesar Rp 1.477,8,-

Bila ada investor lain yang ingin masuk , investor tersebut harus membeli dengan harga Rp 1.477,8 per UP. Maka bisa disimpulkan bahwa NAB per UP adalah โ€œHarga beli/jualโ€ dari reksa dana ,.

Nilai dari NAB ini diterbitkan secara harian oleh bank kustodian.

MEMULAI INVESTASI REKSADANA

Dengan segala keuntungan yang telah disebutkan di atas, tentunya anda mungkin mulai tertarik untuk berinvestasi di reksa dana, Hal ini tentunya dimulai dengan membaca prospektus dari berbagai macam reksa dana,. Berdasarkan jenis โ€“ jenis reksa dana yang ada di Indonesia, anda bisa memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan toleransi anda terhadap resiko atau kerugian,. Reksa Dana sendiri dapat dibeli melalui bank-bank ,.

Biaya Pembelian Reksa Dana

Perlu diingat bahwa pembelian reksa dana dibebankan biaya masuk (entry fee), yang dapat dihitung sebagai berikut

UP = Investment ( 1 โ€“ fee )

UP = Banyaknya unit penyertaan

Investment = Uang yang akan diinvestasikan

Fee = Biaya transaksi pembelian (entry fee / selling fee)

NAB = Nilai Aktiva Bersih reksa dana

NAB dihitung setiap hari akhir Hari Bursa.

Jika anda membayar dan menyerahkan formulir pembelian sebelum jam 12:00, maka NAB dihitung pada akhir hari tersebut

Tetap jika lewat pk : 12.00, maka digunakan NAB pada akhir hari kerja berikutnya.

Misalnya tanggal 16 Maret 2004 anda membeli reksadana Dana Pendapatan Tetap dengan investasi sebesar Rp. 20 juta. Pada hari tersebut NAB perunit Rp. 1.967,29 sedangkan entry fee sebesar 1%. Berapa unit penyertaan yang anda dapatkan?

Investasi = 20 juta

Entry fee = 1 % = 0,01

NAB = Rp. 1.967,29

= Rp. 20.000.000 ( 1 โ€“ 0,01 )

Rp. 1.967,29

= 10.064,6066 unit.

NAB dalam rupiah biasanya dihitung sampai 4 angka desimal.

REDEMPTION / PENJUALAN UNIT REKSADANA

Sedangkan saat anda ingin menjual UP anda (redemption) investor juga akan dikenakan biaya transaksi yang biasa disebut back-end load fee atau redemption fee. Adapun rumus untuk menghitung besarnya nilai redemption adalah :

Redemption = UP x NAB ( 1 โ€“ Fee )

UP = Unit Penyertaan

NAB = Nilai Aktiva Bersih reksa dana

Fee = Biaya transaksi penjualan kembali ( redemption )

Misalnya pada tanggal 16 Juli 2004 anda ingin menjual kembali reksadana yang anda beli diatas. NAB pada tanggal 16 Juli 2003 adalah Rp. 2.075.67 dan redemption fee sebesar 2%. Berapa nilai redemption yang anda dapatkan ?

Jawab :

UP = 10.064,6066

NAB = Rp. 2.075,67

Fee = 2 % =0,02

Redemption = 10.064,6066 x Rp. 2.075,67 ( 1 โ€“ 0,02 )

= Rp. 20.472.985,94.

Jadi besarnya keuntungan anda adalah sebesar Rp. 472.985,94 ( Rp. 20.472.985,94 โ€“ Rp. 20. 000.000 )

Dengan demikian kita bisa menghitung return on investment digunakan rumus :

ROI = Redemption โ€“ Investment + CGD โ€“ Tax

Investment

ROI = Return On investment

Redemption = Nilai penebusan unit penyertaan.

Investment = Dana yang diinvestasikan

CGD = Capital Gain Distribution

maka ROI = Rp. 20.472.985,94 โ€“ Rp. 20.000.000 + 0 โ€“ 0

Rp. 20.000.000

= 0.0236 = 2,36 %

RESIKO REKSA DANA

Seperti disebutkan diatas tidak ada Investasi yang benar benar bebas resiko, demikian juga dengan Reksa Dana, Reksa Dana merupakan suatu portfolio investasi yang terdiri dari berbagai macam surat berharga, bila kondisi pasar makro sedang tidak menguntungkan bisa saja nilai NAB akan menyusut, resiko wanprestasi (default) yaitu kegagalan emiten, penerbit surat berharga atau pihak yang terkait dengan transaksi gagal memenuhi kewajibanya, dan juga resiko likuiditas yaitu dalam hal cepat-lambatnya investor dapat mencairkan ivestasinya dengan penjualan UP, peraturan Bapepam mensyaratkan paling lambat tujuh hari bursa setelah permohonan diterima oleh MI, dalam hal terjadi lonjakan tingkat penjualan kembali UP investor yang sangat tinggi, Mi akan kesulitan untuk menjual portfolio investasinya dalam waktu singkat, dalam kondisi luar biasa(misalnya force majeur) penjualan kembali unit penyertaan juga dapat dihentikan untuk sementara sesuai peraturan Bapepam.

PELUANG REKSADANA INDONESIA

Dengan penduduk sebesar 230 juta pada tahun 2006, sebenarnya Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan industri investasi, terutama di reksa dana, dengan berkembangnya bidang finansial, yang didukung oleh maraknya perusahaan asuransi dan dana pensiun, .Memang di balik peluang tersebut masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti pembelajaran publik, kendala peraturan , perlindungan investor , pembenahan internal manajer investasi, .Dibalik itu semua dengan belajar dari pengalaman masa lalu dan pengalaman negara lain, mudah mudahan kita bisa mengembangkan reksa dana dengan seoptimal mungkin
_________________________
special thank to Devanization

sumber : http://www.kaskus.us

Comments»

1. amin888 - March 25, 2008

Terima kasih banyak atas info yang sangat bermamfaat ini๐Ÿ™‚
Btw, di situs mana kita bisa lihat pengumuman NAB dari semua reksadana oleh Bank Kustodian?

2. Jayusman Al Jayaprana - October 15, 2010

Guna menyelesaikan Asset pada Departemen dan Bagian apa ?
Terima kasih.
Salam,
J.Jayaprana.

3. afry - March 14, 2011

kok gak ada yak yang ngebahas tentang laporan perhitungan DBS seperti dibawah ini.

1. instrumen pasar uang
2. hutang lain
3. investasi dalam saham
4. waran dan right
5. kas
6. piutang dividen, bunga, efek yang dijual, lain
7. utang efek dibeli, lain-lain
8. cust fee payable
9. management fee payable
10. tax 23 fee payable
11. current account
12. unsettled buy..

dll.

ada yang bisa jelasin gak. gimana cara perhitungannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: