Posted by: esemelekete on: November 11, 2008
Saat paling menggodaku untuk terus berpikir.. malam yang terus mengejarku saat matahari menghianatiku meninggalkanku dan membiarkan aku di rengkuh gelap dan dinginya malam.. entah mengapa selalu berulang semua langkah yang pernah ada
sesungguhnya yang pernah aku jalani adalah hanya kekosongan semata.. tak berarah layaknya anak panah yang dilepaskan oleh orang buta..
Sesaat pernah terdapat sebuah pelangi dan [...]
Posted by: esemelekete on: November 11, 2008
sesungguhnya ketika tiba masa dimana ada 17 (tujuh belas) masa yang dari padanya tersimpan 11 (sebelas) saat dan dari semua itu tersusun dalam duapuluh jendela kosong dan menjulang daripadanya 5 (lima) menara..
daripadanya yang telah tersimpan waktu aku mendapatkan diriku melihat bahwasanya dari sebelah kananku muncul dari dalam samudra dalam seekor makhluk dengan tanduk yang berwarna [...]
Posted by: esemelekete on: November 11, 2008
sesungguhnya sesaat kemudian aku merasa terpana dengan sekelilingku… aku mendapati diriku terbaring diantara bebatuan tinggi yang sebenarnya tidak terlalu tinggi…
pada masing masing batu itu ada sebuah mahkota yang bertuliskan sesuatu… dan sungguhpun aku berusaha membacanya dan mereka-reka.. tak dapatlah tulisan itu kubaca…
kudatangi tiap batu itu dengan harapan bisa kuketahui mengapa aku berada di tempat itu… [...]
Posted by: esemelekete on: November 11, 2008
Pada mulanya ada udara… dari udara tercipta dan terlihat berbagai makhluk yang bergantung hidup padanya… kemudian aku melihat hutan…
Disana aku pergi berjalan dengan keyakinan akan menemukan tujuh awan dari ketujuh pelangi.. disana kelak menurut kabar jika aku dapat memiliki salah satu pelangi itu dan memegangnya dg lenganku saat hari semakin senja.. maka kelak akan bahagia [...]
Posted by: esemelekete on: November 11, 2008
pada suatu hari di sebuah malam yang tak pernah kuduga sebelumnya . . . sebuah bayangan berlalu melaluinya.. melalui celah sempit masa lalu yang sedang kunikmati sekarang..
kemudian seekor peri malam menemuiku pagi ini menyapa dengan riang seolah seperti pernah mengenal aku sebelumnya sedangkan mataku ini masih tertutup oleh kabut yang masih tebal bersaut di depan [...]
Komentar Terbaru